Minggu, 16 Oktober 2011

Tugas Analisa Sistem Informasi 3

Judul tugas : Tugas ASI-3
Nama : Fandi Ahmad
Nim  : 10410100136
Dosen : Didiet Anindita A

1.      Convenience Sampling atau sampel yang dipilih dengan pertimbangan kemudahan.
Dalam memilih sampel, peneliti tidak mempunyai pertimbangan lain kecuali berdasarkan kemudahan saja. Seseorang diambil sebagai sampel karena kebetulan orang tadi ada di situ atau kebetulan dia mengenal orang tersebut. Oleh karena itu ada beberapa penulis menggunakan istilah accidental sampling – tidak disengaja – atau juga captive sample  (man-on-the-street) Jenis sampel ini sangat baik jika dimanfaatkan untuk penelitian penjajagan, yang kemudian diikuti oleh penelitian lanjutan yang sampelnya diambil secara acak (random). Beberapa kasus penelitian yang menggunakan jenis sampel ini,  hasilnya ternyata kurang obyektif.
2.      Purposive Sampling
Sesuai dengan namanya, sampel diambil dengan maksud atau tujuan tertentu. Seseorang atau sesuatu diambil sebagai sampel karena peneliti menganggap bahwa seseorang atau sesuatu tersebut memiliki informasi yang diperlukan bagi penelitiannya. Dua jenis sampel ini dikenal dengan nama judgement dan quota sampling.
Judgment Sampling
Sampel dipilih berdasarkan penilaian peneliti bahwa dia adalah pihak yang paling baik untuk dijadikan sampel penelitiannya.. Misalnya untuk memperoleh data tentang bagaimana satu proses produksi direncanakan oleh suatu perusahaan, maka manajer produksi merupakan orang yang terbaik untuk bisa memberikan informasi. Jadi, judment sampling umumnya memilih sesuatu atau seseorang menjadi sampel karena mereka mempunyai “information rich”.
Dalam program pengembangan produk (product development), biasanya yang dijadikan sampel adalah karyawannya sendiri, dengan pertimbangan bahwa kalau karyawan sendiri tidak puas terhadap produk baru yang akan dipasarkan, maka jangan terlalu berharap pasar akan menerima produk itu dengan baik. (Cooper dan Emory, 1992).
Quota Sampling
Teknik sampel ini adalah bentuk dari sampel distratifikasikan secara proposional, namun tidak dipilih secara acak melainkan secara kebetulan saja.
Misalnya, di sebuah kantor terdapat pegawai laki-laki 60%  dan perempuan 40% . Jika seorang peneliti ingin mewawancari 30 orang pegawai dari kedua jenis kelamin tadi maka dia harus mengambil sampel pegawai laki-laki sebanyak 18 orang sedangkan pegawai perempuan 12 orang. Sekali lagi, teknik pengambilan ketiga puluh sampel tadi tidak dilakukan secara acak, melainkan secara kebetulan saja.

3.   Simple Random Sampling : cara atau teknik ini dapat dilakukan jika analisis penelitiannya cenderung deskriptif dan bersifat umum. Perbedaan karakter yang mungkin ada pada setiap unsur atau elemen  populasi tidak merupakan hal yang penting bagi rencana analisisnya. Misalnya, dalam populasi ada wanita dan pria, atau ada yang kaya dan yang miskin, ada manajer dan bukan manajer, dan perbedaan-perbedaan lainnya.  Selama perbedaan gender, status kemakmuran, dan kedudukan dalam organisasi, serta perbedaan-perbedaan lain tersebut bukan merupakan sesuatu hal yang penting dan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap hasil penelitian, maka peneliti dapat mengambil sampel secara acak sederhana. Dengan demikian setiap unsur populasi harus mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi sampel. Prosedurnya :

      1. Susun “sampling frame”
      2. Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
      3. Tentukan alat pemilihan sampel
      4. Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi  
      Complex random sampling : sample random ini sangat sesuai dengan penganalisis yang berbasis :
a.       Sampling sistematis : sampling probabilitas yang paling sederhana
b.      Sampling mewakili : proses mengindentifikasi sub populasi kemudian menyeleksi objek yang dibuat sample ke dalam sub populasi tsb sehingga pengumpulan data lebih efesien
c.       Samping kelompok : menyeleksi sekumpulan dokumen atau untuk studi yang dilakukan.


Ukuran sampel
         Ukuran sampel atau jumlah sampel yang diambil menjadi persoalan yang penting manakala jenis penelitian yang akan dilakukan adalah penelitian yang menggunakan analisis kuantitatif. Pada penelitian yang menggunakan analisis kualitatif, ukuran sampel bukan menjadi nomor satu, karena yang dipentingkan alah kekayaan informasi. Walau jumlahnya sedikit tetapi jika kaya akan informasi, maka sampelnya lebih bermanfaat.
         Dikaitkan dengan besarnya sampel, selain tingkat kesalahan, ada lagi beberapa faktor lain yang perlu memperoleh pertimbangan yaitu, (1) derajat keseragaman, (2) rencana analisis, (3) biaya, waktu, dan tenaga yang tersedia . (Singarimbun dan Effendy, 1989). Makin tidak seragam sifat atau karakter setiap elemen populasi, makin banyak sampel yang harus diambil.  Jika rencana analisisnya mendetail atau rinci maka jumlah sampelnya pun harus banyak. Misalnya di samping ingin mengetahui sikap konsumen terhadap kebijakan perusahaan, peneliti juga bermaksud mengetahui hubungan antara sikap dengan tingkat pendidikan. Agar tujuan ini dapat tercapai maka sampelnya harus terdiri atas berbagai jenjang pendidikan SD, SLTP. SMU, dan seterusnya.. Makin sedikit waktu, biaya , dan tenaga yang dimiliki peneliti, makin sedikit pula sampel yang bisa diperoleh. Perlu dipahami bahwa apapun alasannya, penelitian haruslah dapat dikelola dengan baik (manageable).
          Misalnya, jumlah bank yang dijadikan populasi penelitian ada 400 buah. Pertanyaannya adalah, berapa bank yang harus diambil menjadi sampel agar hasilnya mewakili populasi?. 30?, 50? 100? 250?. Jawabnya tidak mudah. Ada yang mengatakan, jika ukuran populasinya di atas 1000, sampel sekitar 10 % sudah cukup, tetapi jika ukuran populasinya sekitar 100, sampelnya paling sedikit 30%, dan kalau ukuran populasinya 30, maka sampelnya harus 100%.
          Ada pula yang menuliskan, untuk penelitian deskriptif, sampelnya 10% dari populasi, penelitian korelasional, paling sedikit 30 elemen populasi, penelitian perbandingan kausal, 30 elemen per kelompok, dan untuk penelitian eksperimen 15 elemen per kelompok (Gay dan Diehl, 1992).
          Roscoe (1975) dalam Uma Sekaran (1992)  memberikan pedoman penentuan jumlah sampel sebagai berikut :
1.      Sebaiknya ukuran sampel di antara 30 s/d 500 elemen
2.      Jika sampel dipecah lagi ke dalam subsampel (laki/perempuan, SD?SLTP/SMU, dsb), jumlah minimum subsampel harus 30
3.      Pada penelitian multivariate (termasuk analisis regresi multivariate) ukuran sampel harus beberapa kali lebih besar (10 kali) dari jumlah variable yang akan dianalisis.
4.      Untuk penelitian eksperimen yang sederhana, dengan pengendalian yang ketat, ukuran sampel bisa antara 10 s/d 20 elemen.

Senin, 10 Oktober 2011

Resume KSI part III


Tugas Konsep Sistem Informasi

Tugas : Sistem Elektronic Commerce ( E-Commerce)
Nama : Fandi Ahmad
Nim    : 10410100136
Dosen : Bpk, Siswo Martono


Perdagangan elektronik atau e-dagang (Electronic commerce atau e-commerce) adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaranbarang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisiwww, atau jaringan komputer lainnya. E-dagang dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
E-dagang atau e-commerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologibasisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk e-dagang ini.
E-dagang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan  E-Business



• Tidak ada komitmen yang utuh dari manajemen.

• Penerapan e-business tidak diikuti proses change management.
• Tidak profesionalnya vendor teknologi informasi yang menjadi mitra bisnis
• Buruknya infrastruktur komunikasi
• Tidak selarasnya  strategi TI dengan strategi perusahaan.
• Adanya masalah keamanan dalam bertransaksi
• Kurangnya dukungan finansial
• Belum adanya peraturan yang mendukung dan melindungi pihak-pihak yang bertransaksi(cyberlaw),
• Menggunakan target jangka pendek sebagai pijakan investasi e-business.

Hambatan / Tantangan

Infrastruktur telekomunikasi yang masih terbatas dan mahal
Delivery channel
Pengiriman barang masih ditakutkan hilang di jalan.
Ketepatan waktu dalam pengiriman barang
Jangkauan daerah pengiriman barang
Kultur dan Kepercayaan (trust)
Security
Munculnya jenis kejahatan baru
Penggunaan kartu kredit curian / palsu
Penipuan melalui SMS, kuis
Ketidakjelasan hukum
Digital signature
Uang digital / cybermoney
Status hukum dari paper-less transaction
jenis-jenis E-commerce

Business to business (B2B)
Antara perusahaan = e-procurement
Both the sellers and the buyers are business organizations
Business to consumer (B2C)
Retail, pelanggan yang bervariasi, konsep Portal
The sellers are organizations, and the buyers are individuals
Consumer to consumer (C2C)
Lelang (auction)
Government: G2G, G2B, G2C (citizen)
Layanan pemerintah kepada rakyatnya
Consumers-to-businesses (C2B)
Consumers make known a particular need for a product or service, and suppliers compete to provide it
Business to Employee
An organization uses EC internally to improve its operations.
Mobile commerce (m-commerce)
When e-commerce is done in a wireless environment

Contoh-contoh dalam EC

B2C:
Electronic Storefronts
Extension of physical store
Electronic Mall: gather many vendor
shopping.msn.com
E-tailling: nike.com, lego.com
Cyber banking: klikbca.com
Online job market: karir.com
Travel Service
B2B
Amazon.com


 
refensi :

Selasa, 04 Oktober 2011

TUGAS PERTEMUAN 4 SISTEM OPERASI

Laporan Resmi


Pada laporan ini kami dapat menyusun analisa dari percobaan yang kami lakukan dan kami akan menampilkan dari analisa yang kami buat beserta pesan error itu disebabkan kesalahan pada pengetikan saat kita menjalankan perintah tersebut.


dibawah ini adalah analisa yang kami buat...
cd : menuju ke folder yang dituju / pindah direktori
pwd : melihat direktori yang bekerja
ls - al : melihat isi direktori tertentu, termasuk hidden files yang ada di direktori tersebut, ditampilkan layar per layar beserta hak aksesnya
cd . : tetap pada direktori yang sedang aktif
cd .. : pindah ke direktori sebelumnya
cd /etc : pindah ke folder etc
ls -al|more : menampilkan  isi direktori tertentu, termasuk hidden file yang ada di direktori tersebut, namun tampilannya dibatasi dengan tulisan more dibawahnya
cat passwd : error, tertulis no such file or directory
cd - : kembali ke direktori sebelumnya


ls : melihat isi direktori yang aktif
ls -a : melihat isi direktori yang aktif beserta hidden file
ls -al : melihat isi direktori yang aktif beserta hidden file, ditampilkan layar per layar beserta hak aksesnya
    perintah 1 dan 2 menghasilkan jumlah file yg berbeda karena ls -a juga menampilkan hidden folder/file
    direktori terbesar dari hasil perintah ketiga adalah direktori ophal


touch {report,graph}_{jan,feb,mar}
membuat folder report dan graph yang isinya file jan, feb, dan mar


mkdir Projects : membuat direktori Projects
mkdir Projects/graphs : membuat direktori graphs di dalam folder Projects
cd Projects : pindah ke folder Projects
mkdir reports : membuat direktori reports dalam folder Projects
cd reports : pindah ke folder reports
mkdir ../Backups : membuat folder Backups di dalam Projects


5. mv jan feb mar Projects/graphs


6. mv jan feb Projects/reports


7. rm mar


8. cp jan feb Projects/Backups


summary percobaan yang telah diberikan...!!
Perintah                          Deskripsi                                                                     Format
pwd                                melihat directori yang bekerja                                      pwd                                                        
cd                                   menuju ke folder yang dituju / pindah direktori             cd path-direktori                                             
ls                                    melihat isi direktori yang aktif                                        ls                   
touch                              perintah ini digunakan untuk membuat file                       touch nama-
                                      baru yang pernah dbuat atau belum pernah ada               file                                                               
cp                                  perintah yang digunakan untuk menggandakan file 1        cp file 1 file 2
                                      jadi file 2                                         
mv                                  perintah yang digunakan untuk memindah atau                mv file 1 file 2
                                      me rename sebuah file                                                                                 
rm                                  perintah yang digunakan untuk menghapus file yang         rm name-file
                                      ada                                           
mkdir                             membuat sebuah direktori baru                                     mkdir nama-
                                                                                                                         direktori                              
rmdir                              menghapus sebuah direktori                                         rmdir nama-
                                                                                                                         direktori                               
file                                  perintah yang digunakan untuk melihat tipe file              file nama-file
                                      sebelum membuka file tersebut.                                           
cat                                  menampilkan isi dari sebuah file yang ada                    cat/nama/suatu/file       
                                      dan menampilkannya                                                                                        
less                                 menampilkan isi text perlayar                                       less nama-file                                   

Sabtu, 24 September 2011

RESUME ANALISA SISTEM INFORMASI - 2

Nama : Fandi Ahmad
Nim : 10410100136
Dosen : Didiet Anindita A


  • Pengertian System Life Cycle (SLC)
    • System Development Lyfe Cycle (SDLC) adalah keseluruhan proses dalam membangun sistem melalui beberapa langkah. Ada beberapa model SDLC. Model yang cukup populer dan banyak digunakan adalah waterfall. Beberapa model lain SDLC misalnya fountain, spiral, rapid, prototyping, incremental, build & fix, dan synchronize & stabilize. 
proses evolusi yang diikuti oleh pelaksanaan sistem informasi dasar-dasar atau subsistem. Telah ada pendekatan implementasi tradisional sepanjang era komputer, dan ada perjanjian umum antara ahli-ahli komputer sehubungan dengan tugas-tugas yang dilaksanakan.
Beberapa SLC terdapat dalam perusahaan yang menggunakan komputer, mungkin ada seratus atau lebih. Pada kenyataannya SLC adalah sarana yang digunakan oleh manajemen untuk melaksanakan rencana strategis. Konsep life cycle menjadikan segala sesuatu yang tumbuh, menjadi dewasa setiap waktu dan akhirnya mati. Pola ini digunakan untuk sistem dasar komputer seperti subsistem pemrosesan data atau SSD.



System Life Cycle terdiri dari lima fase yaitu :
  1.  Fase Perencanaan, Pada fase ini dimulai dengan mendifinisikan masalah dan dilanjutkan dengan sistem penunjukan objektif dan paksaan. Disini sistem analis memimpin studi yang mungkin terjadi dan mengemukakan pelaksanaanya pada manajer.
  2. Fase Analisis, Fase ini mempunyai tugas penting yaitu menunjukan kebutuhan pemakai informasi dan menentukan tingkat penampilan sistem yang diperlukan untuk memuaskan kebutuhan tersebut. Fase ini meliputi penetapan jangkauan proyek, mengenal resiko, mengatur rangkaian tugas, dan menyediakan dasar untuk kontrol.
  3. Fase Desain, Fase Desain ini meliputi penentuan pemrosesan dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru, dan pemilihan konfigurasi terbaik dari hardware yang menyediakan desain. Desain system adalah ketentuan mengenal proses dan data yang dibutuhkan oleh sistem yang baru.
  4. Fase Pelaksanaan / Implementasi, Fase ini melibatkan beberapa spesialis informasi tambahan yang mengubah desain dari bentuk kertas menjadi satu dalam hardware, software, dan data. Pelaksanaan adalah penambahan dan penggabungan antara sumber-sumber secara fisik dan konseptual yang menghasilkan pekerjaan sistem.
  5. Fase Pemakaian / Penggunaan, Selama fase penggunaan, audit memimpin pelaksanaannya untuk menjamin bahwa sistem benar-benar dikerjakan, dan pemeliharaannya pun dilakukan sehingga sistem dapat menyediakan kebutuhan yang diinginkan.
Dari fase-fase diatas, empat fase diawal disediakan untuk dikembangkan, jadi metode yang ada didalamnya dapat berkembang sesuai zaman. Sedangkan fase yang terkahir tidak untukdikembangan, hanya sebagai pelaksanaannya saja. 

  • Jenis metode siklus hidup sistem yang paling banyak digunakan,
    • Siklus hidup sistem tradisional (traditional system life cycle),
    • Siklus hidup menggunakan protoyping (life cycle using prototyping), dan
    • Siklus hidup sistem orientasi objek (object-oriented system life cycle).



FUNGSI SDLC
Untuk menggambarkan tahapan-tahapan utama dan langkah-langkah
dari setiap tahapan yang secara garis besar terbagi dalam tiga kegiatan
utama, yaitu :

  1.  Analysis
  2.  Design
  3. Implementation


Setiap kegiatan dalam SDLC dapat dijelaskan melalui tujuan (purpose) dan
hasil kegiatannya (deliverable).

SIKLUS SDLC
Proses membangun sistem dibagi menjadi beberapa langkah dan pada sistem yang besar, masing-masing langkah dikerjakan oleh tim yang berbeda.Dalam sebuah siklus SDLC, terdapat enam langkah.

Langkah tersebut adalah
  1.  Analisis sistem, yaitu membuat analisis aliran kerja manajemen yang sedang berjalan
  2. Spesifikasi kebutuhan sistem, yaitu melakukan perincian mengenai apa saja yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem dan membuat perencanaan yang berkaitan dengan proyek sistem
  3. Perancangan sistem, yaitu membuat desain aliran kerja manajemen dan desain pemrograman yang diperlukan untuk pengembangan sistem informasi
  4. Pengembangan sistem, yaitu tahap pengembangan sistem informasi dengan menulis program yang diperlukan
  5. Pengujian sistem, yaitu melakukan pengujian terhadap sistem yang telah dibuat
  6. Implementasi dan pemeliharaan sistem, yaitu menerapkan dan memelihara sistem yang telah dibuat
Siklus SDLC dijalankan secara berurutan, mulai dari langkah pertama hingga langkah keenam. Setiap langkah yang telah selesai harus dikaji ulang, kadang-kadang bersama expert user, 
terutama dalam langkah spesifikasi kebutuhan dan perancangan sistem untuk memastikan bahwa langkah telah dikerjakan dengan benar dan sesuai harapan. Semua langkah dalam siklus harus terdokumentasi. 

Dokumentasi yang baik akan mempermudah pemeliharaan dan peningkatan fungsi system.
Tahapan-tahapan pekerjaan yang dilakukan oleh analis sistem dan programmer dalam membangun sistem informasi.
Langkah yang digunakan meliputi :
  1.  Melakukan survei dan menilai kelayakan proyek pengembangan sistem informasi
  2.  Mempelajari dan menganalisis sistem informasi yang sedang berjalan
  3.  Menentukan permintaan pemakai sistem informasi
  4.  Memilih solusi atau pemecahan masalah yang paling baik
  5.  Menentukan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software)
  6.  Merancang sistem informasi baru
  7.  Membangun sistem informasi baru
  8.  Mengkomunikasikan dan mengimplementasikan sistem informasi baru
  9.  Memelihara dan melakukan perbaikan/peningkatan sistem informasi baru bila diperlukan
Daftar Pustaka :